it’s never too late to become a new reader.

Kegemaran Baru

Buku. Mendengar kata itu akhir-akhir ini selalu membuatku bersemangat. ‘’Itu buku apa?’’ Kalimat yang akhir-akhir ini sering aku pertanyakan. Seberapa addict-nya aku dengan buku? Kenalkan, aku Ari, si pembaca baru alias new reader. Aku harap pengakuan ini ga mengurangi nilai aku untuk menang di lomba kali ini (Hahaha).
Tentu saja aku ga mau langsung bilang kalau aku itu book addict. Buku yang aku miliki  ga sebanyak book addict lainnya. Temen yang juga hobi membaca juga cuma sedikit. Para penulis terkenal pun hanya tau sedikit-sedikit.  Aku pikir aku belum sepantas itu sampai bisa dibilang seorang book addict.

Kegemaran ini sebelumnya hanya sebatas ‘’biasa-biasa’’ saja. Namun, aku yang memang sudah aktif di situs membaca gratis ‘’wattpad’’ tiba tiba tergerak untuk membeli salah satu cerita favoritku yang ternyata sudah dibukukan oleh penulisnya. Membelinya butuh perjuangan. Aku sampai menggempur si penulis dengan kalimat-kalimat memohon agar email-ku di acc. Saat bukunya sudah sampai di tangan, disitulah keinginanku untuk membaca akhirnya meningkat drastis. Sejak saat itu, aku mulai membuat twitter khusus untuk mencari info-info langsung tentang buku dan juga bertanya langsung pada penggemar buku lainnya.

Dan kegemaran ini baru dimulai kira kira….pertengahan tahun 2015 lalu! Aku bener-bener baru di dunia membaca.

page
Aku bersama buku.
tg
Aku dan Zahra, temanku yang juga mempunyai hobi membaca.

Penyesalan

Oh, ini lebay banget haha! Tapi jika harus jujur, aku sangat sangat menyesal karena baru bisa merasakan nikmatnya membaca buku. Selama ini aku lebih suka membaca komik daripada membaca ratusan halaman di dalam novel yang dulu sangat membosankan. Aku inget momen pertama waktu sd pas pertama kali dibeliin buku bacaan anak kecil sama ibuku. Yang aku lakuin saat itu adalah: hanya membukanya sampai halaman kelima, lalu membuka pertengahan bukunya, kemudian menutupnya. Terakhir, aku melemparkannya keatas kasur. Karena dulu aku selalu berpikir, bagaimana bisa aku menghabiskan satu buku bacaan membosankan yang lumayan tebal tersebut? Tapi sekarang, baru membuka halaman pertamanya saja, sudah bisa buat aku deg-degan dengan kisah cerita yang akan aku baca. Menganalisa akhir dari cerita yang kita baca salah satu yang aku suka dari sebuah buku. Prediksi seperti happy ending atau sad ending membuatku penasaran dan ingin membaca buku tersebut hingga akhir.

Tapi aku bersyukur, walaupun terlambat aku masih bisa berkesempatan untuk masuk di dunia membaca. Seperti kalimat yang ada dalam salah satu buku favoritku:

‘’Penyesalan itu datang ketika semua tak bisa lagi dia selamatkan, hadir kala semuanya tak bisa lagi dia perbaiki lagi, dan ada saat semuanya tak bisa diulang kembali. Hukum sebuah rasa sesal memang mutlak.’’ [Revered back -Inggrid Sonya ]

Ya. Aku memang sangat menyesal, dan aku ga bisa mengulang waktu yang sudah banyak terbuang tanpa membaca. Tapi masih ada kesempatan untukku kan? Dan aku sudah menebusnya dengan banyak membaca sejak hari dimana aku sadar, bahwa aku sudah menyia-nyiakan waktu yang berharga untuk sesuatu yang tidak sebanding dengan manfaat yang akan kudapatkan dari membaca buku.

Aku pun sekarang masih belajar, bagaimana cara untuk semakin aktif dalam dunia membaca. Seperti mengikuti blog tour, belajar bagaimana cara me-review buku, membuat blog khusus buku, belajar menggunakan goodreads(karena aku belum mahir benar), dan masih banyak lagi. Aku sangat menikmat proses belajar dari 0-ku ini.

12353298_1087414284602337_337807062_n
[My Own Picture]
12545293_1074424572587794_287959380_n

 

Anda adalah Apa yang Anda Baca

Tentu saja genre kesukaanku khas wanita lainnya yaitu romance! Tapi lebih spesifiknya aku lebih suka cerita menyangkut pernikahan dengan konflik berat didalamnya. Memang sedikit ga sesuai umur, tapi salah satu manfaat buku adalah dia membuat kita bisa melihat hidup lebih jauh lagi lewat pengalaman tokoh-tokoh dalam cerita tanpa harus mengalaminya, bukan?

Sekarang aku juga sedang dalam proses keluar dari zona nyaman genre bacaanku dengan nyoba baca genre buku yang lebih menantang.

Soal jenis buku yang kita baca, aku sependapat dengan bang bara nih!

t.png
bang bara on twitter; @benzbara_

I’m totally agree with him! Kita ga perlu ambil pusing dengan genre bacaan kita yang mungkin bagi orang lain terlalu mainstream. Yang mau baca itu kita, bukan mereka. Jadi, mau bacaan kita classics, fanfiction, poetry, thriller, teen fiction, horror, fantasi, sampai sastra pun, ga seharusnya kita minder. Atau yang lebih parah lagi bukannya minder, malah merasa berkelas dengan genre bacaannya. Itu bener-bener salah! Semua genre itu bagus dan bermanfaat bagi yang baca. Ga ada pembedaan sedikitpun, apalagi soal setinggi apa ‘kelas’ membaca yang kamu ikuti. Bacalah apa yang mau kamu baca, bukan apa yang ingin mereka lihat ya, girls!

Kenapa membaca buku?

Kutipan ‘’Buku adalah Jendela Dunia’’ pasti udah ga asing ditelinga kita. Ya, aku sangat merasakan keuntungan dari membaca. Karena dari membaca buku, kita enggak hanya menambah ilmu, membuat kita lebih pintar dan meningkatkan kualitas hidup namun bisa menuntaskan rasa penasaran kita akan konflik konflik kehidupan yang enggak kita alami. Buku itu, jendela ilmu tiada batas, girls!

Seperti yang aku bilang sebelumnya, bahwa buku bisa menceritakan kehidupan sesungguhnya lewat kisah para tokoh didalamnya. Selain itu aku suka berimajinasi, dan buku bisa melakukannya. Masih banyak alasan kenapa aku suka membaca buku, tapi alasan utama aku membaca adalah; buku bisa mengajarkan kehidupan dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Kita pun bisa pergi kemana saja lewat buku yang kita baca. Ikut terhanyut dalam emosi si tokoh juga pengalaman unik tersendiri. Bagaimana kita merasakan marah pada lawan tokoh yang mengesalkan, bagaimana kita ikut merasa senang saat cerita tersebut berujung bahagia, dan ikut merasakan kesedihan si tokoh yang bahkan sampai membuat kita menangis.

Dan alasan lain aku menyukai buku adalah karena aku suka banget sama quotes! Saat membaca, penggaris dan pensil selalu menemaniku untuk memberi ‘’garis bawah’’ pada kalimat-kalimat yang menurutku penting ataupun karena aku sependapat dengan kalimat tersebut. Dari quotes-quotes itu aku merasa dinasihati secara tidak langsung dan itu memotivasiku untuk lebih baik lagi. Setelah aku selesai membaca buku dengan banyaknya kalimat yang digaris bawahi pada setiap halaman, aku juga suka menuliskannya kembali dalam bentuk tulisan tangan. Entahlah, rasanya jika melihat quotes-quotes itu bergabung, ada kepuasan tersendiri bagiku(Hahaha ini memang sangat aneh).

yyy.png
[Quotes dari salah satu buku favoritku]
Ada begitu banyak alasan mengapa aku akan mengatakan ‘HARUS’ pada seseorang yang bertanya ‘’Kenapa harus membaca buku?’’

‘’Kenapa harus membaca buku?’’ Ini dia alasannya:

  1. Menajamkan daya ingat

Saat seseorang menanyakan bagaimana kisah novel yang baru kita baca, tentu saja kita akan menceritakannya layaknya seorang pendongeng handal yang sudah hafal luar dalam isi cerita. Dari sekian ratus halaman, kita bisa menceritakan kembali garis besar cerita.

Inilah yang membuat otak kita diasah dengan membaca buku. Semakin sering kita membaca daya ingat akan semakin tajam dalam menganalisa alur cerita yang sudah tertata di ingatan kita. Selain itu, kita bisa terhindar dari penyakit Alzheimer alias kehilangan memori. Daya ingat yang kuat pula bisa membantu kita saat lupa hal-hal penting, misalnya mengangkat pakaian saat hujan.. #lah

  1. Menambah Wawasan

Membaca bisa membuat kita berwawasan luas, dan tentu saja membuat kita lebih pandai dalam bercakap. Pola pikir yang sudah dibentuk semenjak membaca membuat kita bisa lebih ‘nyambung’ saat berbincang dengan orang lain.

  1. Lebih tahu dari banyak orang

Di setiap buku yang kita baca, pasti ada quotes yang bisa seperti menampar keras kita dan seakan mengatakan ‘’Hei, ini kehidupan! Jalani dengan sungguh-sungguh’’. Pengetahuan baru dari buku yang kita baca bisa sangat membantu dalam menghadapi tantangan yang ada di sekeliling kita.

  1. Percaya diri

Kebingungan bagaimana cara berbicara didepan umum? Kalau begitu kamu wajib banget membaca buku. Dengan membaca buku otomatis kita menambah kosa kata baru. Banyaknya kosa kata yang kita miliki membuat kita lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum sekaligus saat bekerja sama dengan orang lain. Jadi, ga perlu lagi deh malu-malu buat nunjukin kemampuan kita!

  1. The cheapest vacation you can buy!

Kita bisa banget jadi siapapun dalam imajinasi kita saat membaca. Dari membaca kita bisa berimajinasi dan berpetualang, menjadikan kita sebagai tokoh utamanya sehingga ikut terlarut dalam cerita. Buku bisa membawa kita jalan-jalan ke tempat yang belum pernah kita kunjungi lewat penggambaran latar tempat pada cerita. Saat kita selesai membaca, kita akan teringat kembali akan imajinasi latar tempat yang kita bentuk dan membuat seolah-olah kita pernah ada disana dan mengunjungi tempatnya. Kita bisaaaaaaaa banget melakukannya karena buku menyediakan fasilitas itu! Hahaha

  1. Obatnya Rutinitas yang Padat

Pekerjaan menumpuk, deadline yang mengejar kita seperti hewan buas mengejar mangsanya sangat membuat kita penat. Membaca buku bisa membantu kita melupakan sejenak permasalahan tersebut, dan memberi tubuh kita rasa tenang yang hilang saat kita dilanda kesibukan serta membuat pikiran kita lebih rileks.

Lebih dari itu, buku merupakan teman dimana saja yang selalu bisa dibuka tanpa harus takut untuk was-was jika baterainya habis. Karenanya, aku lebih memilih buku dalam bentuk fisik, bukan dalam e-book.

Semoga buat kamu yang baca post-an ku kali ini bisa secepatnya merasakan nikmatnya membaca buku. Dan kalau kamu udah menemukannya, berhati-hatilah karena buku bisa jadi berbahaya saat kamu sudah terjerumus kedalamnya! Wkwkw

‘’Books open your mind, broaden your mind, and strengthen you as nothing else can.’’-William Seather

 

Aku dan Toko Buku

Aku suka bau toko buku. Bau buku-buku baru yang sangat nikmat untuk dihidu. Tempatku tinggal, ga bisa dibilang kota besar, tapi lebih pantas dibilang kota yang sedikit terpencil. Disini, hanya ada satu toko buku. Itu pun tidak selengkap toko-toko buku lainnya yang ada di kota. Alhasil, setiap aku ingin membeli buku yang ga ada disini, aku harus ke Bandar lampung yang jaraknya 2 jam dari tempatku tinggal dengan budget yang……lumayan pas-pasan (Hahaha). Ada banyak kebutuhan sekolah yang harus aku beli dan tabungan khusus untuk kuliah membuatku harus super ekstra membagi uang-uang yang harus ditabung. Tapi, minimal dalam sehari aku harus bisa sedikitnya menabung 1000 rupiah! Dari sekian banyak book list yang aku pinginin dengan budget khusus membeli buku yang lumayan sedikit, aku juga harus memilah benar-benar buku yang akan aku beli.

”A book worth reading is worth buying” -John Ruskin

Jadi, aku ga akan menyia-nyiakan uangku untuk membeli buku yang nantinya mungkin akan membuatku malas untuk membacanya atau ga selera dengan jenis bacaanku. Dan disitulah fungsi goodreads benar benar membantu! Aku bisa mencari referensi berbagai buku disana dengan review+rating yang benar benar membantuku dalam memilih buku. Rekomendasi buku-buku bagus juga bisa kita dapatkan dari komunitas buku tentunya! Sayang, ditempatku belum ada komunitas seperti itu. Tapi, aku baru ikutan Stiletto Book Club nih (tapi belum di-acc huhu). Di SBC punya banyak kejutan serta keuntungan bagi membernya loh. Yuk ikut!

 

‘’So many books, so little time.’’- Frank Zappa

Siapa sih kita yang ga punya kesibukan? Orang paling males pun bakalan bilang kalau dia sibuk. Sebagai pelajar SMA yang lagi belajar seketat mungkin untuk masuk universitas, waktu untuk aku membaca buku sangat minim. Dan pasti banyak juga orang lain yang punya masalah yang sama denganku, yaitu sulit sekali menemukan waktu untuk membaca di sela-sela kesibukan.

 

ed0f3c17d7b63e0ee8d450e19b722d8e.jpg
”Why can’t I just read all day, everyday?”

Tapi sekarang aku sudah bisa membagi waktu. Tips juga untuk kalian yang suka baca buku tapi punya kesibukan yang luar biasa; Kalau dari hari senin sampai minggu kalian ngerasa bener-bener ga punya waktu untuk membaca, coba cek lagi deh schedule-nya. Pasti ada waktu sedikit yang bisa kita gunakan untuk bersantai sambil membaca buku. Kalau kalian dikejer deadline, usahakan untuk menyelesaikan pekerjaan itu agar ga ketunda-tunda. Untuk para pelajar yang dari hari senin-sabtu full banget belajarnya, coba deh di hari sabtu setelah pulang sekolah, kalian langsung tidur siang dan malemnya bisa tuh nyelesain buku yang belum tuntas kita baca. Dan kalau tips tadi ga ada yang bisa kamu lakuin karena mungkin super sibuk, kalian bisa baca buku disaat saat sempit sekalipun. Seperti saat menunggu bus di halte, saat didalam kendaraan, saat menunggu nama kita dipanggil(seperti sedengan mengantre misalnya), dan saat menunggu pesanan makanan kita siap disaji. Ga suka baca buku di tempat ramai seperti aku? Kalian juga masih bisa menyempatkan baca buku saat nunggu air mendidih, nungguin cucian kering, saat nunggu rebusan mie mateng, dan masih banyak lagi! Walaupun mungkin selesainya akan lama, tapi lebih baik dicicil daripada ga sama sekali kan? Kapanpun dan dimanapun kita masih bisa membaca buku. Selamat mencari waktu-waktu tak terduga untuk membaca ya! 😀

Pemerintah, Perpustakaan Sekolah dan Animo Pembaca

Aku juga baru tahu dari Stiletto Book yang merupakan Penerbit Buku Perempuan nih, kalau menurut data UNESCO bahwa indeks tingkat membaca orang indonesia hanya 0,001 alias dari 1000 penduduk hanya ada 1 orang yang mau membaca. Dan dulu aku termasuk salah satu didalamnya. Apa kalian juga termasuk?

 

hyg
sumber; google

tg

 

Memang sangat miris, disaat banyak penulis-penulis yang gencar membukukan karyanya namun para calon pembacanya tidak ada. Sangat menyedihkan sekali. Memang tidak bisa dipungkiri lagi, kalau buku tergerus oleh kecanggihan teknologi. Lebih banyak masyarakat kita yang memilih membeli ponsel seharga belasan juta dibanding harga buku yang ga sampai 100 ribu.

Belajar dari pengalamanku yang dulu, memang pada dasarnya minat baca masyarakat indonesia rendah adalah karena belum adanya sesuatu yang timbul dari dalam diri sendiri untuk menumbuhkan rasa minat membaca, pun dari segi lingkungan yang tidak mendukung. Orang tua zaman sekarang pun malah membelikan anaknya yang masih kecil dengan gadget canggih daripada membelikan buku dongeng khas anak-anak. Gimana? Apakah ada orang tua kalian yang seperti ini? Karena orang tuaku pun melakukannya pada adikku yang masih kecil. Begitupun bagi remaja sebayaku yang lebih memilih untuk nongkrong nongkrong di kafe daripada menyempatkan waktu untuk membaca.

74aed9d9-6610-400a-8d56-25df95550b62_169
Vs

hp+ank

Perpustakaan sekolah juga seharusnya mendukung minat baca, tapi sayangnya ga semua perpustakaan sekolah menyediakan buku buku yang menarik minat siswa untuk membaca. Disekolahku, terkadang buku yang ingin kita cari untuk referensi tugas pun ga ada di perpustakaan sekolah. Mirisnya, jangankan menerima pinjaman buku yang bisa dibaca saat santai, buku pokok khusus untuk berbagai mata pelajaran saja, sekolahku ga menyediakannya. Alhasil, kami belajar tanpa buku cetak yang sebenarnya sangat penting dimiliki oleh para siswa. Gimana dengan perpustakaan sekolahmu? Apa kamu sudah memanfaatkan keberadaannya sebaik mungkin? Kalian yang mungkin perpustakaan sekolahnya punya buku yang lengkap dan koleksi bacaan yang menarik minatmu, harus wajib banget sering sering minjam dan baca bukunya. Ga semua orang seberuntung kalian loh, contohnya aku.

Memang, semua ini sangat tergantung dari tindakan pemerintah(menurutku). Apalagi, bagi para calon pembaca yang tinggalnya tidak di kota besar. Sedikitnya pasokan buku ke sekolah-sekolah, tidak adanya promosi untuk meningkatkan animo pembaca, serta minimnya perhatian pemerintah menjadi masalah besar pada sektor ini.

Kita pun gabisa menyalahkan zaman yang sudah lebih berkembang. Buku dan gadget, bukan berarti salah satu diantaranya tidak penting. Tapi akan lebih baik kalau semuanya seimbang . Aku harap, pemerintah lebih memperhatikan hal ini.

”Kian rendah daya baca masyarakat, kian sulit bangsa itu maju.”

Karena yang akan membaca bukan hanya kalangan orang dewasa saja, tapi juga dari kalangan para remaja yang nantinya akan menjadi penerus bangsa yang harus berwawasan luas. Dan semoga, pemerintah bisa sering mengadakan sebuah acara, maupun membuat komunitas khusus membaca yang bisa meningkatkan antusias masyarakat terhadap membaca.

Tularkan

Bisa dibilang kegemaran seorang anak banyak di latar belakangi oleh keluarganya. Tapi, engga dengan aku. Keluargaku enggan membaca buku. Sampai saat aku mulai mendalami hobi ini, baru aku-lah yang memecahkan rekor sebagai pembaca pertama dirumahku. Terimakasih kepada kak Inggrid, penulis novel yang membuatku tergerak masuk ke dunia membaca seperti sekarang ini. Tanpa disadari, dia udah menyebarkan virus membaca buku ke aku lewat karyanya. Dan aku juga sedang dalam tahap menularkan virus membaca ini ke orang-orang di sekitarku. Untuk yang paling dekat, aku sedang mencoba untuk menularkan virus itu ke adikku. Kadang, aku sengaja menyembunyikan gadgetnya dan menggantinya dengan buku-buku khusus bacaan anak-anak wkwkwk. Tapi, jangankan dibaca. Disentuh aja engga:’) tapi yang penting usaha kan? Wkwk

Saat disekolah, aku juga rajin membicarakan tentang buku-buku yang aku baca pada teman-teman yang lain. Banyak dari mereka yang jadi penasaran dengan bukunya dan ingin meminjamnya padaku, dan ga sedikit juga yang mengabaikan omonganku(wkwkwk), tapi ga masalah kok! Jadi, kapan nih giliran kamu menularkan virus ini pada orang lain?

 “You’re never too old, too wacky, too wild, to pick up a book and read to a child.’’ -Dr. Seuss

Ga ada kata terlambat untuk membaca! Yang menyedihkan adalah saat kalian tahu sudah terlambat tapi tidak ingin mencoba untuk mengejar keterlambatan itu.

Kalau ada dari kalian yang ingin mulai membaca dan bingung ingin melangkah kemana selanjutnya, jangan terburu-buru. Yang paling penting adalah, temukan genre favoritmu terlebih dahulu. Itu yang nantinya tidak akan membuatmu merasa bosan saat baru saja berkenalan lebih dalam dengan buku. Temukan genre yang bisa membuat gairah membacamu naik. Saat kamu sudah merasa terbiasa, kamu bisa coba genre buku yang lebih menantang. Tahu lebih banyak lebih bagus kan?

Tapi, pas kamu udah milih genre yang mau kamu baca, kamu bingung mau beli buku apa. Tenang saja! Banyak banget kok situs situs yang bisa kamu gunain sebagai rekomendasi buku yang mau kamu beli. Atau kamu juga bisa tanya langsung sama penggemar buku lainnya di twitter. Mereka ramah ramah kok (hihihi).

Mungkin ada yang terkendala masalah tempat tinggal dengan isi toko buku yang seadanya seperti aku. Ini bisa diatasi juga kok! Kamu bisa meminjam buku dari temanmu yang juga hobi membaca.

When-someone-asks-me-to-borrow-a-book-at-first-Im-happy-they-want-to-read-the-books-I-like.-Then-Im-scared-theyll-hurt-my-baby
Setuju banget sama ini!

Tapi, ingat! Jaga buku yang kamu pinjam dengan baik. Ada beberapa orang yang malas meminjamkan bukunya karena takut nanti ga dijaga dengan baik. Jangan rusak kepercayaan orang yang meminjamkan bukunya sama kamu dengan merusak bukunya. Dipercaya itu menyenangkan banget. Siapa tahu dia mau meminjamkan koleksi buku khususnya yang ga sembarang orang boleh pinjem karena dia udah percaya sama kamu.

Kamu juga bisa pesan buku langsung ke penerbitnya, atau ke penjual buku yang bisa kamu temuin di twitter, instagram, maupun situs khusus yang jual buku lainnya. Masih terkendala sama mahalnya ongkir? Itu gunanya nabung! Wkwkwk.

‘’Kenapa sudah baca tapi ingin punya? Karena meminjam beda dengan memiliki.’’

Pasti rasanya seneng banget bisa ngelihat koleksi bacaan kita yang bertumpuk-tumpuk. Seperti ada kepuasan tersendiri rasanya (Hahaha). Fyi, meminjam tuh beda sama memiliki, apalagi masalah buku, duh.

Eitssss, kita bisa banget dapet buku yang kita inginkan lewat kuis dan ini gratis tis tisss! Sekarang kan banyak banget tuh, giveaway yang hadiahnya novel-novel yang baru keluar, sampai yang bekas sekalipun. Tentu saja perlu modal juga untuk mengikutinya, tapi cukup punya social media aja kok, kamu udah bisa ikutan kuisnya dan siapa tahu beruntung!

 

gfgf
Aku bersama temanku saat mengikuti GA foto kontes.

The point is, it’s never too late to become a new reader! SO, WHY NOT READ A BOOK?

 

Semoga setelah membaca tulisan panjang x lebarku ini, virus membaca sudah menjalar ke seluruh tubuh kalian! Salam membaca! -Ari

jkhj

Tulisan ini diikutkan dalam LOMBA BLOG ULANG TAHUN KE-5 PENERBIT STILETTO BOOK

Nama: Muthia Batari

Email: muthia_batari@yahoo.com

Twitter: @tiarizee

Instagram: @tiarizee

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s